Wednesday, May 28, 2014

Jika Ia Bisa Lahir Kembali Reviewed by ehcrazy moment on Wednesday, May 28, 2014 Rating: 5

Jika Ia Bisa Lahir Kembali


Saudarku, masa remaja penuh dengan segala kesenangannya, dan tentu menyesalkan bila berlalunya semua itu. Kalian akan berbicara tentang tahun-tahun antara masa kanak-kanak dan masa remaja sebagai masa keemasan yang bebas dari masa duka dan segala aturan. Tapi dia akan menyebutnya sebagai masa duka yang membisu, yang jatuh seperti derita kedalam hatinya dan tumbuh bersamanya, dan tak dapat mencari jalan keluar kedalam dunia yang jauh dari kepahitan.

Setiap kali ia memejamkan matanya, dan menyaksikan keluarga yang rukun, tentram dan bahagia, dan juga menyaksikan teman-temannya yang berselimutkan kemenangan yang sedang mencoba menggapai langit. 
Setiap kali ia menutup telingannya dari kebisingan, ia mendengar suara canda tawa yang penuh kebahagiaan.

Seluruh kebahagian yang dibicarakan ini, yang ia rindu untuk melihatnya. Dan ketika ia melihat burung yang terbang bebasnya dilangit yang lapang, itu membakar khayalnya, menjalin jaring-jaring keputusasaan diseputar hatinya, dan disetiap kali ia pergi dari khayal itu, ia pulang dengan perasaan kecewa tanpa mengerti apa sebabnya, ia merasakan penderitaan, namun ia tak tahu mengapa ia menderita. 

Kata orang;
** Ketidak mengertian membuat orang hampa, dan kehampaan membuat orang tak perduli. ** 

Boleh jadi demikian bagi yang hidup bagai tak bernyawa karena dirinya tercabik-tercabik oleh dua kekuatan. 

Yang pertama; mengangkatnya dan menunjukkan padanya keindahan dengan impian dan cita-cita.
Yang kedua; mengikatnya dibumi dan menaburkan debu kedalam matanya serta mengukungnya dengan ketakutan-ketakutan dan kegelapan-kegelapan.

Jiwa sang anak yang berulang-ulang tertimpa derita adalah separti bunga yang baru mekar. Ia bergetar dalam hembusan angin, membuka hatinya bila fajar pagi tiba dan menguncupkan kembali daun-daunnya ketika datang baying-bayang malam. Jika anak itu tidak punya kesibukan atau kawan atau rekan-rekan bermain, hidupnya akan seperti sebidang penjara sempit tempat ia tak melihat apapun selain jaring laba-laba dan tidak mendengar apapun kecuali dengung serangga. Kesedihan yang mengganjal hatinya dimasa itu bukanlah karna dia kekurangan hiburan, karna dia bisa memperolehnya; juga bukan lantaran tak punya teman, karna diapun bisa memperolehnya. 
 
Kesedihan itu disebabkan oleh suatu rasa yang sulit dimengerti orang lain dalam hatinya yang membuatnya suka menyendiri. Rasa  itulah yang membunuh hasrat dalam dirinya terhadap permainan dan hiburan. Rasa itulah yang menyingkirkan sayapnya dari pundaknya dan membuatnya seperti kolam air diantara gunung-gunung yang membayang pada permukaanya yang tenang itu.

Suatu saat dia akan mendaki kembali sebuah puncak yang pernah ia daki sebelumya dalam hidupnya yang membangkitkan pengetahuan dalam dirinya dan membuatnya memahami perubahan-perubahan manusia. 
Dan suatu saat dia akan lahir kembali dan kisah hidupnya akan tetap tinggal bagai lembaran kosong dalam hidupnya. Kecuali, jika ia bisa lahir kembali.


:))

0 Leave a comment: