Friday, November 28, 2014

Cinta Itu Damai Reviewed by ehcrazy moment on Friday, November 28, 2014 Rating: 5

Cinta Itu Damai

Puing-puing cinta yang dulu pernah hancur berkeping-keping, kini kau rangkai dengan lembutnya sehingga kembali seperti baru. Mimpi dan cinta yang ku miliki dalam bingkai indah saat ini yang kau buat semuanya dengan begitu sempurna. Ruang hampa yang dulu pengap kini telah kau hembuskan angin kenikmatan merasuk kedalamnya, membuatnya begitu hangat dalam wilayah damai. Kau lahirkan cinta dengan seribu senyum manis yang menari-nari di bibir merahmu, membawa mimpi indah dengan lembutnya yang tak pernah ku rasakan sebelumnya. Kamu adalah penawar untuk hati yang sekarat.

Kehadiranmu memberikan aku arti, arti yang membuat hidupku lebih hidup dan jauh lebih hidup. Dengan lembutnya kau hembuskan kehangatan menembus batas-batas jiwaku yang sedang membeku.
Kamu yang membangunkanku dari mimpi panjangku, hingga membuat mataku terbuka terbesit melihatmu datang menjemputku.
Aku telah lama menanti, menanti sebuah rasa cinta seperti ini. Yang dapat menyejukkanku dengan lembut dalam setiap keindahannya. Keraguanku-pun terhenti, jiwaku terbebas dan batinku terhanyut bersamamu.
Biarkan, biarkanlah hatiku dan hatimu selalu menyatu, cintaku dan cintamu selalu beradu.
Lepaskan, lepaskanlah sayang. Lepaskanlah cintamu bersama cintaku untuk terbang menembus batas.

Mungkin waktu itu aku mencoba untuk menghilang dari pengganggu sepertimu, tapi itu semua sudah menjadi hal yang mustahil sekalipun saat ini juga kamu mengajariku. Waktu itu pula aku melukiskan bayangmu dalam benakku dan mencoba untuk menghapusnya, namun kini apa daya aku tak punya kekuatan untuk melakukan hal itu.
Dan kini yang aku tahu, kamu yang membuat hidupku jauh lebih indah, jauh lebih nyaman, jauh lebih hidup. Dan kini jua aku selalu ingin menyelami setiap nada hati yang mengalun dengan lembutnya, dimana aku akan selalu menyukai bagian itu.

Aku tidak tahu hasrat apa? Yang ku tahu hanyalah; "Aku ingin menyayangi dan mencintaimu untuk kemarin, hari ini, esok dan selamanya."

Asmara yang bergelora ini telah bersemi bersama indahnya hati yang ku biarkan tumbuh dengan sendirinya hingga hari kan tiba untuk menikmati betapa indahnya cinta dan kebahagian dalam sebuah harapan berdua bersama bahtera menyelusuri setiap kehidupan yang fana ini.
Namun aku tak ingin sampai terlena, karena cinta bukanlah harta. Cinta yang memberikan segalanya, segala apa yang membuatku hidup dan segala apa yang membuatku mati. Aku hanya meresapinya dengan tenang dan menyadarinya agar tidak kecewa. Dan jika nanti kau jauh, apa kau pikir aku tidak bisa meraihmu? Kau tidak mengerti? Kau tidak merasakannya? Coba pikirkan lagi...!
Dan ketika kamu hanya bisa mendengar tanpa bisa mengerti, kau tahu? itu sangat menyakitkan.  “Bila lisan yang berbicara, dia bisa saja berdusta. Tapi bila hati yang bicara; dusta-pun tak akan mampu untuk berdusta.”

Sayang, janganlah kini kamu ragu akan luasnya cintaku yang datang setelah hadirmu yang selalu mencoba menyelam lebih dalam ke dalam kehidupanku.
Sungguh, aku ingin dapat memiliki cintamu seutuhnya dengan membiarkanmu menyelusuri setiap bagian-bagian kehidupanku. Sungguh, dengan mudahnya kamu melumpuhkan hatiku membuat cintaku tertambat mati untukmu.
Sayang, aku ingin kamu merasakan betapa besarnya rasa cintaku untukmu, karena aku tahu bahwa dalam hatimu yang lembut ada hasrat yang mendalam terhadapku.
Sayang, kau harus tahu, disaat mentari pagi berhenti menghangati tubuhku kau adalah satu yang ku harap hadir dalam pelukku, untuk memberikan kekuatan dan menerangi dalam setiap langkah hidupku. Melewati badai bersama dengan bahtera cinta dilaut asmara dengan diselimuti cinta yang selalu tersenyum, indah dalam zona damai. “Cinta itu damai, maka jangan kau siakan cinta yang sudah ada."

Disini, dibatas rinduku. Aku mencoba untuk menegakkan kakiku dan mencoba menghentikan bayangmu yang datang merusak batas itu dan aku terhempas pasrah tak sanggup untuk ku bendung gejolak cinta yang menyejukkan itu, hingga kini semakin aku memikirkanmu, semakin terasa hatiku kian bergairah kepadamu. Semakin bayangmu hadir menyapa hariku, semakin terasa aku bersemangat untukmu. Ya... Semua kerisauan ini, kini aku rasakan padaku.
:))
GO! Reviewed by ehcrazy moment on Friday, November 28, 2014 Rating: 5

GO!