Wednesday, October 28, 2015

#MelawanAsap Bersama Shopee Indonesia Reviewed by ehcrazy moment on Wednesday, October 28, 2015 Rating: 5

#MelawanAsap Bersama Shopee Indonesia


Shopee adalah sebuah aplikasi mobile yang memudahkan siapapun untuk MENJUAL atau MEMBELI apapun langsung dari ponsel.
Jual Belinya hanya dalam 30 detik. Kapanpun dan dimanapun.
Selain itu:
•Pengguna bisa langsung mulai jualan dalam 30 detik.
•Belanja di Shopee dengan fitur Chat.
•Belanja aman dengan Garansi Shopee.
•Tidak ada biaya pendaftaran atau komisi penjualan.


Dan hari ini, Shopee Indonesia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak dan membantu saudara-saudara kita yang saat ini masih bergelut dengan kabut asap baik mereka yang ada di Sumatera maupun Kalimantan. Hingga saat ini mereka masih #MelawanAsap dan tidak tahu sampai kapan akan berhenti.

Shopee Indonesia lakukan adalah dengan memberikan donasi Masker N95 senilai Rp 100,000,000 dan kegiatan ini ingin melibatkan sebanyak mungkin rakyat Indonesia untuk berpartisipasi.
Cara yang dilakukan untuk berpartisipasi adalah dengan download aplikasi Shopee baik di
Apple App Store ( http://www.openabout.com/aff_c?offer_id=44&amp%3Baff_id=20 )
atau Google Play Store ( http://www.openabout.com/aff_c?offer_id=42&amp%3Baff_id=20 ) untuk android.

Setelah itu cari akun dengan nama "@ShopeeID" dan temukan produk "Masker N95 - #MelawanAsap". Berbeda dengan pembelian produk pada umumnya, button "Beli Sekarang" kali ini sebagai bentuk donasi yang mana masker akan sepenuhnya disumbangkan. 1 masker dihargai Rp 1,000 dan boleh membeli sebanyak-banyaknya sebagai bentuk sumbangan.

Mari #MelawanAsap!!!

Wednesday, October 7, 2015

Jangan Berpikir Buruk Reviewed by ehcrazy moment on Wednesday, October 07, 2015 Rating: 5

Jangan Berpikir Buruk

"Pernahkah kamu merasa dunia tak berpihak padamu? Jangan berpikir buruk. Mungkin dunia sedang menangisi dirimu karena tingkahmu."

"Ketika ada manusia yang tidak menghargai dirimu sebagaimana kamu telah menghargainya? Jangan berpikir buruk. Mungkin karena kamu belum bisa menghargai dirimu sendiri."

"Ketika kamu merasa berada dititik jenuh dan semua orang menjauh. Jangan berpikir buruk. Mereka memberikan waktu untuk kamu berpikir bahwa ada tempat yang lebih tepat untuk kamu mengadu.'

Saturday, October 3, 2015

Tak Kunjung Terbaca Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, October 03, 2015 Rating: 5

Tak Kunjung Terbaca

Tertatih didalam gelapnya malam
Menahan rindu bergelora menusuk bagian dalam
Sadari hati yang tak mungkin bersatu
Segenap jiwa dan raga mencobapun tak mampu

Aku merasa seperti sebuah buku lusuh
Tersampul rapih berharap sentuh
Penuh cerita namun tak kunjung terbaca
Berharap kau datang tuk membukanya
Dan kau sadar sesadar-sadarnya tanpa perlu mengira-ngira

Akankah matamu terbuka nanti
Bersama cinta yang tak pernah mati ini

Sunday, July 12, 2015

Gini... Reviewed by ehcrazy moment on Sunday, July 12, 2015 Rating: 5

Gini...

"Lebih baik jujur didepan, ketimbang berpahit-pahitan dibelakang."

Saturday, July 11, 2015

Jika Bukan Aku, Sadarkan Aku Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, July 11, 2015 Rating: 5

Jika Bukan Aku, Sadarkan Aku

Mungkin saat ini aku masih saja tertidur dan bermimpi, aku belum tersadar akan apa yang diharapkan bumi kepada langit bahwa itu terlalu tinggi.
Bulan gerhana yang selalu mencoba mendekati matahari untuk sekedar menjadi purnama bagi bumi.
Seorang musafir hina, yang tak pantas singgah, bahkan untuk bersemayam di rumah yang mulia.
Jatuh cinta itu baik, tapi tahu diri itu lebih baik.
Bukan tak ada perjuangan ataupun pengorbanan, bukan pula tak ada kekuataan untuk berjalan.
Tapi karena hati tak bisa dipaksakan. Sekalipun bisa, itu hanya sementara duduk tak tenang dan sulit untuk nyamannya rebahan.
Berdoa tiada henti kepada Sang Pencipta yang hakiki;
"Jika ini jalanMu untukku, bimbinglah aku. Jika ini bukan jalanMu untukku, sadarkanlah aku."
Aamiin...
>)
Tanda Tanya Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, July 11, 2015 Rating: 5

Tanda Tanya


Adakah yang lebih syahdu selain meramu rindu dalam doa?
Seorang biasa jatuh cinta pada langit jingga, mengeja warna senja, menafsirkan segala rasa.
Aku, bocah yang senang mewarnai gambar hati, dengan rapih.

Untukmu, aku menjelma mentari pagi. Kuterangi hatimu nan digelapkan kenangan, kucoba meriangkannya diam-diam.
Wahai, perempuan berkudung rindu, mata sayu, lelahnya dijarah sendu. Bolehkah aku mengetuk pintumu?

Isi kepalaku penuh dengan tanya, kemarin lusa kutanyakan perihal rasa kau jawab sama.
Ku biarkan hati bersabar dalam ketidakpastian, biar tanya tersiksa rindui jawabnya. Aku hanya puan yang tak gentar menegak harap.
Jangan tanya kapan lengan ini lelah menulis puisi, selama senyummu masih setia pada pagi yang membangunkanku dan mengiri setiap langkah kakiku.


:>

Saturday, June 27, 2015

Sabtu Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, June 27, 2015 Rating: 5

Sabtu

Sabtu, aku berlindung dari godaan rindu yang memburu. Aku takut.
Karena masih saja mentari ini merayu ku memberikan hangat yang pas, tak jua ku doakan dirimu tuk beri hangat yang pantas. Itu semua terjadi begitu saja.

Tapi,
Acapkali ku bertandang ke rumahmu yang sunyi, pintumu senantiasa terkunci.
Segera kucari hingga ku berjelaga ditepian sunyi yang mungkin membantu takdir untuk terungkap.

Ketika cemas memenjara hati; kamus pikir tak berisi, dan huruf-huruf yang kueja enggan--mungkin penaku habis tinta, mungkin.
Tapi itu tak lama, karena pena ini mencurahkan tinta pada tepi tubuhmu, sebab adil itu; membiarkan puisi menagih rindu.

Nyonya, bisakah kau baca rindu ini. Rindu yang selalu tertuju padamu.
Bacalah dengan hati, semua puisi dan rindu yang ada adalah ungkapan sebuah jiwa,
Ia tercipta karena engkau juga, cinta.

Jika rinduku tak terbaca.
Mungkin jika kau lelah dan ingin berlalu pergi, itu salahku menulis rindu dengan braille, karena aku telah buta oleh cinta.

Dalam cuaca yang tanda tanya, wajahmu tak pernah selesai kubaca. Selalu menemani lalu lintas sepi: hidupku.
"Kamu; puisi yang tak pernah selesai kubaca karena setiap hurufnya membuatku semakin jatuh cinta."
Semacam perihal embun yang tak lupa bersyukur pada mentari, perihal rinduku yang tak lekas berhenti.

Sungguh,
Aku ingin bersarang di nafasmu.

Seumur hidup, baru kali ini tak ada lelah saat kuharus hidup dalam uniknya kisah ini. Sebab cintamu ialah doa yang terpintal indah.

Jika ku pelihara sepi, maka kaulah waktu.
Bersamamu, memeluk hening, mencumbu pilu.
"Bersamamu; waktu tunduk berpihak. Menjelma bara yang menghangatkan dan mengabadikan, pelukan."

Kebersamaan,
Selalu kumohonkan,
Mendampingimu, melakoni rumitnya kehidupan sampai ke depan pintu gerbang kemenangan.

>)

Thursday, June 25, 2015

Ribuan Doa Reviewed by ehcrazy moment on Thursday, June 25, 2015 Rating: 5

Ribuan Doa

Hidup adalah pelajaran berlari tanpa henti. Kadang berhenti untuk mengatur hati, lalu berlari lagi lagi dan lagi.

Namun,
Kini, Tuhan membebaskan sarafku yang dulu beku, lalu Dia memberikanku nafas rindu yang baru.
Kubiarkan saja rindu itu riang berceloteh tentangmu, dan aku suka bagian itu.

Awal yang biasa saja, kau hanya sekedar wanita biasa. Lama-lama setelah tanpa sengaja aku mendalami tentangmu, engkaulah yang sengaja atau tidak dapat menentukan cuaca dihidupku kini.

"Jika ada yang sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta
Aku cukup menunjukkan lukisan matamu, sejenak saja."

Kini,
Saat senja duduk terisak bersimpuh, berpendar merapal doa ampuh, menanti maghrib nan rapuh, saat dimana semua rindu berkumpul utuh.
Aku tersandar didinding kecil didasar hati.
Bila saja rindu adalah api, bakar aku sampai hati membara, sampai gelisah itu hangus karena abunya akan menghidupkan rindu itu lagi lagi dan lagi.

Aku jatuh cinta pada puisi. Bukan sebab setiap lekuk dipeluk keindahan diksi. Tetapi puisi dapat menyaji isak sepi, tentang keindahan dan hati hakiki.
Kelak, akan ku suguhkan kepadamu secangkir sajak yang kuramu dari butir-butir rindu.

Tuhan, beri aku alamat doa dan semoga.
Jiwaku lapar dahaga, Ya Robbi Izzati, ruhku terpecah diluar sajadah.
Dalam doa, namanya ada lewat doa, bersua dengan doa, berjuang mengusahakan bahagia.
Ku doakan kesehatannya, sebab masih banyak amsal yang belum kita sajakkan dan awal yang belum kita lanjutkan.

Cinta, namamu adalah doa; puisi yang paling mengundang makna bermacam namun satu.
Tapi, ketika aku kemustahilan baginya. Maka biarkan aku tetap mendoakannya. Sebab tak ada doa yang sia-sia.

"Aku meminta ribuan doa, sebab aku tak tahu kapan doa itu terkabul dan aku tak ingin menyesal karena terlambat berdoa."

>)

Saturday, June 20, 2015

Bahagia Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, June 20, 2015 Rating: 5

Bahagia

Ketika senja mulai datang
Angin malampun menggigilkan badan
Kau datang membawa kehangatan
Menyelimutiku penuh kenyamanan

Kau coba rasuki setiap ruang hati
Menyelusuri setiap dindingnya
Kau bawaku terbang melayang jauh
Berharap kau tak hempaskanku jatuh

Aku cinta
Aku ingin
Bersamamu, denganmu, kurasakan hidup
Bersamamu, denganmu, aku bahagia

>)

Thursday, June 4, 2015

Kamu Adalah Doa Reviewed by ehcrazy moment on Thursday, June 04, 2015 Rating: 5

Kamu Adalah Doa



Mungkin alasan mengapa Tuhan menciptakan senja, ialah untuk pulang, meski beberapa orang tak pernah menemukan rumah.
Dulu telah kupinta segala maaf; tak mau bayangnya menjelma, beranak-pinak hanya menjadi angan khilaf. Dan semua itu nyata akan hal yang kupinta.
Begitu aku yang lama tersesat dalam reruntuhan rumah yang kupikir aman.

Semalam puisiku bergantung di bulan, cahayanya berpendar pada aksara penuh cinta.
Aku memberanikan diri membuka kembali hati untuk mencintai, setelah luka-luka kusemayamkan di dalam puisi yang lalu.
Hingga dalam diam, sekuncup pagi mengingatkan tentang pertemuan. Saat di mana segala asa yang dingin mulai dihangatkan.
Misterimu yang buatku takjub, lembut tutur bahasa dalam ke dalaman makna, penuh teka-teki cerita labirin rahasia.
Ya, itu kamu. Kamulah persetubuhan cuaca dan musim yang mengirim gigil hingga hatiku menceracaui hening namun terasa hangat.
Aku melambai pada angin, mengecup udara, bilang aku gila. Tapi di hati ini, kau ada. Dan kuharap kita bersama, mentertawakan dunia.

Mencoba mematikan segala ingatan tentang pertemuan itu, yang kutakut semu.
Tapi aku tak sanggup, kau telah menari melenggang riang dalam riuh gaduh rindu yang terbenam dalam.
Kini aku gila atas embun yang menjalari bibirmu. Ia menghilangkan dahagaku dengan sejuk, dengan rasa yang memabukkan.
Rasanya cukup jauh dari mabuk arak. Aku tak bermimpi. Entahlah, aku sedang jatuh cinta.

Dan di pagi ini, wajahmu tergambar di sela-sela buku elektronikku, sedang suaramu jatuh samar mengaduhkan rindu.
Kau seperti  warna jingga pada pelangi. Aku  beku, lebam membiru, merindukanmu di malamku. Merindumu seperti tak ada habisnya, selalu saja peri nestapa menari di dalam kepalaku.
Cinta memang penuh kebaikan, di masa depan, kau milikku atau bukan, tetap kuabadikan sebagai kebahagiaan. Karena mimpiku sederhana, hanya ingin namaku tercatat di belakang namamu.
Menarilah pagi menarilah, ranting berdenting kering, dedaun berderau leting, dan embun pun berdendang bening.

“Kamu adalah doa; kunci kebahagiaan yang selalu kubawa saat pagi memulai hari.”
Dan dalam doaku ada aksaranya kuambil dari senyummu dan juga seluruhmu.


>)

Wednesday, June 3, 2015

Tengah Malam Reviewed by ehcrazy moment on Wednesday, June 03, 2015 Rating: 5

Tengah Malam

Terhimpit diantara hal yang ku suka dan benci
Dimana aku menyukai temu dan membenci rindu
Sekejap tertidur di ujung senja lalu terbangun di tengah gelap
Sesak menggelagap, tenggelam ku dalam benci
Ingin merengkuh bayang di dinding untuk melepas hal yang ku benci
Memeluknya erat dengan sangat penuh kebencian

Menuju pagi yang semakin dingin, rasa benci itu semakin kuat
Semakin ku menolak, semakin bencilah sangat
Mencoba mengalah dengan baringku di atas alas
Menghela nafas penuh harap cemas

"Sadarlah, ini hanyalah permainan rindu."

>)

Tuesday, June 2, 2015

Sore Reviewed by ehcrazy moment on Tuesday, June 02, 2015 Rating: 5

Sore

Sore itu berdiri sendiri, tanpa ragu tetap berdiri.
Sedikit cemas menunggu rindu berhasrat temu.
Terkaku tak ingin layu, bertopang harap yang tak tentu.
Berucap hati tak ragu, aku tak kan berlalu.

>)

Wednesday, May 27, 2015

Kamu, Terbitnya Doa-doa Baik Reviewed by ehcrazy moment on Wednesday, May 27, 2015 Rating: 5

Kamu, Terbitnya Doa-doa Baik



Taman yang basah, dimana hujan tak pernah lengah. Sekadar mengecup hati yang resah namun menyenangkan. Ketika menatap hujan, ada kamu di sela rinai mandi hujan. Kamu, seuntai sejuk bagi mataku yang kasmaran.
Butuh lebih dari sekadar lari untuk menghindar dari hujan pesonamu. Sebab aku tak ingin basah oleh waktu yang semu.

Dan ketika di antara pagi dan ramah cahaya mentari, kaulah harapan yang lari, dan akulah doa yang mengejarmu tak kenal henti. “Mengejar kesibukanmu, mendoakan kebahagiaanmu.”
Aku selalu berbincang pada pagi, tentang hangatnya yang menculik setangkai surga di wajahmu di antara tawa yang berseri. Ya, melihat senyummu adalah sebaik cara rindu menemui bahagia.
Mungkin, kau enggan membuka hatimu, dan telah lama menguncinya rapat-rapat dan sialnya aku terperangkap di dalamnya.
Tuhan memang Maha Asik, yang menghadirkan pagi sebagai bahasa semesta, untuk mencintaimu lebih baik lagi.

Kutulis sepotong puisi di sepasang matamu, agar segala tentangku bergembira di tatapmu. Akupun jatuh cinta dengan sepasang matamu yang telah melahirkan puisi di dadaku.
Tubuhmu bening embun, dan aku musafir lugu selalu dahaga merengkuhmu. Engkau; cahaya yang mengilau di tamanku. Selaksa bisyarah tentang asa, binarmu ialah bahagiaku.
Dari matamu aku paham, cinta lebih berbahasa dari kata dan lebih menyala dari terang cahaya.
Maafkan aku, jika tak mengerti bahasa matamu, tak bisa membedakan kau bersedih atau bahagia, yang kupahami hanyalah keindahannya. Dan bodohnya aku, hingga pengetahuanku begitu sempit, yang kutahu tentang kota ini hanya tempat berdiamnya seorang wanita baik, cantik, hingga tak mampu ku tafsir dalam bait.

Kamu, terbitnya doa-doa baik.



>)

Tuesday, May 19, 2015

PERIHAL RINDU Reviewed by ehcrazy moment on Tuesday, May 19, 2015 Rating: 5

PERIHAL RINDU

Untuk sekadar bersolek, aku ingin kamu yang terbaik untukku sebagai wanitaku.
Dimana ku letakkan kau pada akal ku dan yang sedang aku pegang itu bernama rindu. Di dalam pesan yang kuat ini, terdapat riuh di kepala tentang rindu yang tak berkesudahan. Kerinduan ialah hal yang datang tanpa mengetuk, tak bisa kuusir ataupun kulawan. Kau paling tahu, sebab itu karenamu.

Aku rindukan senyummu, tawamu, sorot kedua matamu. Kurindukan semua tentangmu. Lekaslah, lekas membuat temu dan lunaskah hutang-piutang rindu ini.
Aku tahu rindu itu celaka kewujudannya kerana ia tak lain tak bukan hanyalah mendatangkan kesakitan pada hati, bukannya kebahagiaan. Karena rindu bisa menyiksa lebih kejam daripada pembegal.

Namun ketika rindu tak tertahankan mungkin hanya lewat doa caraku memelukmu dari jauh.
“Sebab sebaik-baiknya rindu adalah doa dan sajadah ini terlalu luas bagi cemas-harapmu.”
Bila rindu ini bersanding dengan do'a, semua yang jauh jadi terasa dekat. Dalam degup kencang menyatu derasnya darah terasa didenyut nadiku. Sembunyikan aku dalam teduh pelukanmu, sembunyikan. Setidaknya hingga jarum jam di tanganmu berhenti berdetak.

Engkau yang membangunkan sajak puisi, di kedalaman matamu pangkal semua diksi, mengajak pikir dan hatiku berfantasi; aku rindu, sampai aku memeluk pagi.
Aku mencoba membacamu; serakan aksara di lembaran takdir. Buku tentang cintakah ini, hingga air mata terbata mengejanya.
Ya, terkadang kita hanya selalu mengeja, huruf demi huruf jadi kata. Sementara rindu, tak lebih dari buku yang tak pernah terbaca. Kau pun tahu rindu tak mengenal kata bosan, ia selalu datang disaat aku teringat akan dirimu. Rindu itu lingkaran, tak berujung.

Terkadang ingin kupinjam buku yang ditulis Tuhan, agar kutahu apakah akhir kisahku berujung manis dan indah denganmu? Karena buku yang ku punya lembar demi lembarnya telah ku isi doa, entah itu luka ataupun tawa, aku amini kita bisa tetap bersama. Tapi lembar-lembar buku ini tak lagi cukup untuk menulis tentangmu. Esok berikan aku tembok kosong untuk melukis parasmu.
Kelak jika aku pergi, berbanggalah sambil mempelajari lagi semua puisiku tentangmu



>)

Saturday, May 16, 2015

Beritahu Aku Bahwa Ini Nyata Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, May 16, 2015 Rating: 5

Beritahu Aku Bahwa Ini Nyata

Terlalu indah hingga ku tak bisa berhenti memandangmu.
Ingin ku dekat lalu ku dekap, layaknya surga yang ingin ku sentuh.
Memandangmu membuat darahku mengalir lembut dan bergairah.
Maafkan caraku menatapmu, sungguh aku tak bisa berhenti untuk itu.

Jika boleh, ijinkan aku mencarimu melalui mata cantik itu.
Yang membuatku bersemangat dan haus akan keberadaanmu.
Setelah aku menemukan dirimu, tinggallah.
Dan biarkan aku mencintaimu, biarkan aku mencintaimu. 

Lalu, beritahu aku bahwa itu nyata.



>)