Thursday, June 4, 2015

Kamu Adalah Doa Reviewed by ehcrazy moment on Thursday, June 04, 2015 Rating: 5

Kamu Adalah Doa



Mungkin alasan mengapa Tuhan menciptakan senja, ialah untuk pulang, meski beberapa orang tak pernah menemukan rumah.
Dulu telah kupinta segala maaf; tak mau bayangnya menjelma, beranak-pinak hanya menjadi angan khilaf. Dan semua itu nyata akan hal yang kupinta.
Begitu aku yang lama tersesat dalam reruntuhan rumah yang kupikir aman.

Semalam puisiku bergantung di bulan, cahayanya berpendar pada aksara penuh cinta.
Aku memberanikan diri membuka kembali hati untuk mencintai, setelah luka-luka kusemayamkan di dalam puisi yang lalu.
Hingga dalam diam, sekuncup pagi mengingatkan tentang pertemuan. Saat di mana segala asa yang dingin mulai dihangatkan.
Misterimu yang buatku takjub, lembut tutur bahasa dalam ke dalaman makna, penuh teka-teki cerita labirin rahasia.
Ya, itu kamu. Kamulah persetubuhan cuaca dan musim yang mengirim gigil hingga hatiku menceracaui hening namun terasa hangat.
Aku melambai pada angin, mengecup udara, bilang aku gila. Tapi di hati ini, kau ada. Dan kuharap kita bersama, mentertawakan dunia.

Mencoba mematikan segala ingatan tentang pertemuan itu, yang kutakut semu.
Tapi aku tak sanggup, kau telah menari melenggang riang dalam riuh gaduh rindu yang terbenam dalam.
Kini aku gila atas embun yang menjalari bibirmu. Ia menghilangkan dahagaku dengan sejuk, dengan rasa yang memabukkan.
Rasanya cukup jauh dari mabuk arak. Aku tak bermimpi. Entahlah, aku sedang jatuh cinta.

Dan di pagi ini, wajahmu tergambar di sela-sela buku elektronikku, sedang suaramu jatuh samar mengaduhkan rindu.
Kau seperti  warna jingga pada pelangi. Aku  beku, lebam membiru, merindukanmu di malamku. Merindumu seperti tak ada habisnya, selalu saja peri nestapa menari di dalam kepalaku.
Cinta memang penuh kebaikan, di masa depan, kau milikku atau bukan, tetap kuabadikan sebagai kebahagiaan. Karena mimpiku sederhana, hanya ingin namaku tercatat di belakang namamu.
Menarilah pagi menarilah, ranting berdenting kering, dedaun berderau leting, dan embun pun berdendang bening.

“Kamu adalah doa; kunci kebahagiaan yang selalu kubawa saat pagi memulai hari.”
Dan dalam doaku ada aksaranya kuambil dari senyummu dan juga seluruhmu.


>)

0 Leave a comment: