Friday, January 30, 2015

Dear "Kupu-kupu" Reviewed by ehcrazy moment on Friday, January 30, 2015 Rating: 5

Dear "Kupu-kupu"

Gelap semakin gelap, pengap semakin pengap, luruh hati bagai kehilangan denyut. Ada hal tersirat di dasar hati yang tak terungkap, layaknya sebuah kasus hantu pembunuh. Bukan maksud untuk menutupi, hanya saja semua seperti berlawanan antara akal sehat dan hati.

Ini bukan soal patah hati, atau terpuruknya suatu kisah cinta. Yang dapat dengan mudah beranjak pergi dan berlalu untuk mencari sebuah mimpi baru. Ini soal hati nurani yang tidak semua anak adam miliki. Ini soal pertanggungjawaban dan moral yang akan dipertanyakan diakhir waktu manusia menduduki bola.

Kalian bisa saja berkata "sudahlah, lupakan, masih banyak warna yang jauh lebih indah."
Ya, memang... Tapi kalian tidak akan mengerti bagaimana caranya merubah darah menjadi madu. Itu yang sedang saat ini aku pikirkan.

Ketika segumpal darah yang membeku berontak dan beranjak menjadi ruh, saat itu pula alam bernyanyi dengan lembut dan penuh kedamaian. Jiwa-jiwa yang dulu kosong mendadak penuh kehidupan, kehidupan yang suci, murni diselimuti ketulusan untuk berjalan lalu berlari melewati cerobong kesesatan dan keluar dengan penuh kemurnian.
Namun semua itu hanya daun kering yang terjatuh, terkubur bersama harapan dalam tanah penderitaan. Berlian yang terbuang layaknya sampah yang tak ternilai. Pelita yang seharusnya menerangi sekitar dengan cahyanya yang murni itu redup karena memang sudah tak lagi hidup.

Semua itu sudah terjadi dan tak dapat kembali sekalipun menggunakan lorong waktu. Angan-angan, mimpi dan harapan yang tak semua manusia capai itu kini hanya pecahan debu yang tak dapat disusun layaknya sebongkah batang bata.
Masih dalam lamunan terdengar dan terlintas senyuman polos datang dan berlalu, seakan ingin mengucapkan selamat tinggal. Hanya bisa menangis lirih mengoyak-ngoyak setiap rongga hati. Bukan tak ingin berlalu dari belenggu kepahitan, bukan tak ingin beranjak pergi dari dunia kesedihan, bukan pula tak ingin menjauh dari zona penderitaan. Tapi karena adanya ketulusan untuk memperbaiki segala perlakuan terhadap Tuhan.

Monday, January 26, 2015

Ladies Reviewed by ehcrazy moment on Monday, January 26, 2015 Rating: 5

Ladies

Ketika wanita berkata "kamu tidak pernah mengerti aku" kepada seorang lelaki, disaat itu pula wanitalah yang sesungguhnya tidak pernah mengerti akan lelaki.
Ketika wanita berkata "kamu tidak pernah perduli kepadaku" kepada seorang lelaki, disaat itu pula wanitalah yang sesungguhnya tidak pernah perduli akan lelaki.
Ketika wanita berkata "kamu egois" kepada seorang lelaki, disaat itu pula wanitalah yang sesungguhnya memberitahu bahwa dirinyalah yang lebih egois.
Dan ketika wanita berkata "kamu sudah menghancurkan aku" kepada seorang lelaki, disaat itu pula lelaki merasakan kehancuran yang sangat teramat dalam.

Bukan karena sedang patah hati atau membela kaum lelaki, tapi ini karena perasaan dan logika lelaki yang selalu melaju ber-iringan.
Bukan karena lelaki tidak pernah memahami akan wanita, tapi karena wanita tidak pernah mencoba memahami bagaimana lelaki.
Bukan pula karena wanita yang sering berpura-pura tegar namun hatinya rapuh, tapi karena lelaki yang selalu terlihat kuat dengan hatinya yang sangatlah rentan rapuh.
Bukan karena lelaki yang terkenal dengan berbohong kepada wanita, tapi karena wanita yang selalu melakukan kebohongan kepada diri sendiri.

(n) "Wanita selalu menangis melalui mata. Namun lelaki sekalinya menangis melalui mata hati." - duaenam

(n) "Seorang lelaki bisa melindungi seorang wanita layaknya ayah dan mencintai layaknya ibu." - duaenam

(n) "Wanita bersembunyi dalam senyum, lelaki bersembunyi dalam tawa." - duaenam

(n) "Kebanyakan penyair dan pujangga adalah lelaki, karena lelaki bisa mengerti dan merasa." - duaenam

(n) "Sesalah apapun wanita, dia tetap merasa benar. Dan sebenar apapun lelaki, dia tetap merasa bersalah." - duaenam

(n) "Disaat wanita berpikir menggunakan perasaan. Ketauhilah bahwa logika dan perasaan lelaki sedang melaju ber-iringan. Rasakanlah, pikirkanlah, sadarilah dan mengertilah." - duaenam

Saturday, January 24, 2015

Sayap - sayap Patah Reviewed by ehcrazy moment on Saturday, January 24, 2015 Rating: 5

Sayap - sayap Patah

Kau yang membawaku hatiku menyelusuri ruang hatimu.
Mengepakkan sayap cinta dan membawaku terbang.
Kau yang mengubah perasaanku dengan memasuki setiap relung hatiku.
Membuatnya begitu indah dibalik segala kepahitannya.

Cinta yang kau ciptakan begitu indah, penuh bahagia sehingga membuat hidupku lebih hidup.
Sayang yang kau hembuskan dengan lembut dan nyamannya merasuk sukma membuatku tak kuasa untuk menolaknya.

Sayapku kini siap untuk terbang, untuk menyelusuri setiap sudut taman cintamu
Jangan kau patahkan, jangan coba tuk kau hancurkan, karena mungkin akan sulit untukku terbang lagi.

Namun, kau jua yang mematahkan sayap cinta yang telah tercipta indah.
Tak dapat aku hempaskan cinta ini bersama dengan sayap-sayap patah.

Wednesday, January 21, 2015

Bersamamu Reviewed by ehcrazy moment on Wednesday, January 21, 2015 Rating: 5

Bersamamu

Cinta dimanakah dirimu aku merindu ingin bertemu bersamamu.
Sayang sampai kapan ku tunggu dirimu kembali, kembali untukku tuk melewati hariku bersamamu.
Aku merasakan hidup, denganmu aku penuh bahagia.
Aku ingin kau ada disisi, bersamamu ku jelang semua hari.
Jangan pernah kau coba tinggal ku sendiri, sungguh aku tertambat mati untukmu.

Sunday, January 18, 2015

Jadi Gini... Reviewed by ehcrazy moment on Sunday, January 18, 2015 Rating: 5

Jadi Gini...

View Reviewed by ehcrazy moment on Sunday, January 18, 2015 Rating: 5

View


TOLONG JANGAN DIBACA! G-A-K P-E-N-T-I-N-G!!!

Tuesday, January 13, 2015

Kill Them with Your Kindness Reviewed by ehcrazy moment on Tuesday, January 13, 2015 Rating: 5

Kill Them with Your Kindness

Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kita, kita selalu berurusan dengan orang yang selalu menyakitkan hati. Walaupun kita telah mencoba sedaya-upaya untuk bersikap baik, tetapi mereka malah membalas dengan cara yang sebaliknya. Dalam percakapan dan semua cara komunikasi kita dengan mereka, kita telah secara nyata dan jelas mencoba untuk menyelesaikan sesuatu masalah secara baik dan damai. Tetapi keadaan tetap saja sebaliknya. Kebaikan yang kita hulurkan tidak berkesan.
 
Pernahkah kamu  mengalami situasi seperti ini?

Saya mengerti, tidak mudah bagi kita untuk menerima keadaan seperti ini. Seolah-olah kebaikan yang kita hulurkan tidak dihargai dan tidak ada nilainya.
Mungkin kita pernah terpaksa berpura-pura untuk kelihatan baik pada luaran terhadap seseorang, tapi dalam waktu yang sama kita mencaci maki dalam hati.
Walaupun kita tersenyum, membuat gestur yang mesra dan berbicara dengan sopan, tapi dalam waktu yang sama dalam hati kita sebenarnya “membunuh” mereka dengan kemarahan. Like that famous saying on 9gag: “I may look calm. But in my head, I’ve killed you 5 times”.
Kita tidak sadar sebenarnya kita yang egois! Sebenarnya kita belum cukup baik, belum cukup ikhlas. Tetapi kenapa malah kita yang egois, sedangkan merekalah yang jelas-jelas lebih egois dari kita?

Dengan segala kekurangan dan kedangkalan ilmu, ijinkan saya untuk sedikit sharing.

Sebenarnya kita egois karena kita manginginkan sesuatu. Kita ingin situasi itu diselesaikan mengikut cara kita. Selalu kita merasakan orang lain salah dan kita adalah betul. Kita merasakan apabila kita sudah memberi dengan kebaikan, kita juga harus dibalas dengan kebaikan. Sebenarnya kita salah. Kita tidak sadar bahawa pada umumnya manusia itu tidak pandai berterima kasih. Kepada Allah yang Maha Memberi pun manusia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih, apalagi kepada kita sesama makhluk yang terbatas. 

Oleh karena itu sebarkanlah kebaikan kita yang seikhlas-ikhlasnya, tanpa perlu kita terpaksa berpura-pura baik dengan orang yang kita tidak suka. Memang bukan tugas kita untuk menjaga hati setiap orang, tetapi kita sendiri harus senantiasa berbuat baik dengan siapapun, seikhlas hati. Percayalah, dimulai dari ini, kita akan merasakan lebih banyak kebaikan yang akan datang kepada kita apabila kita menetapkan niat untuk menyebarkan kebaikan secara ikhlas.

Orang yang kita beri kebaikan, mungkin tidak akan membalas kebaikan kita. Tetapi insyaAllah, Allah akan menggerakkan hati orang lain yang tidak pernah merasa kebaikan kita untuk membalas kebaikan kita tadi. Walaupun mungkin ia tidak datang dari orang yang ego kita inginkan, tetapi pasti banyak lagi kebaikan dari orang atau hal lain yang akan dihantarkan oleh Allah kepada kita. Mungkin dari segi jodoh yang baik – isteri atau suami yang sholeh dan setia, anak yang baik, pintar dan sholeh, kelebihan dari segi harta, dan kebaikan-kebaikan lain yang melapangkan serta membahagiakan hati.

Tapi, apakah menjadi orang yang baik serta ikhlas harus rela selalu ditindas? 
Well, let’s not put it that way. Kita bukan mau ditindas, tetapi memilih jalan untuk bersabar. Sabar itu indah. Beautiful.
No suffering that afflicts us is beyond our capability.

Allah maha melihat, oleh itu anggap saja segala sesuatu yang kita lakukan untuk menjaga hubungan sesama manusia itu sebagai satu ibadah untuk mencapai keredhaan Allah. Yakinlah, what you give, you get back. Itu sunatullah dalam hubungan sesama manusia. Kebaikan yang kita buat akan kembali kepada kita, insyaAllah.

Cuba kita renungkan kembali sifat sabar Rasulullah. Beliau pernah dilempari kotoran oleh Yahudi. Tetapi ketika Yahudi tersebut sakit beliau malah menjenguknya tanda ada rasa dendam atau amarah sedikitpun.
Kita hanya perlu bersabar, dan melatih hati kita untuk benar-benar ikhlas. Ikhlas dan sabar itu adalah kunci kekuatan hati. Memang tidak mudah untuk melakukannya, tetapi kita mampu melakukannya. Karena hanya mereka yang mempunyai kekuatan hatilah yang senantiasa dapat menundukkan rasa egois yang muncul dalam diri.
Hanya apabila kita yakin dengan balasan-balasan yang Allah janjikan, insyaaAllah kita kita akan bahagia dunia akhirat.

InsyaAllah, keikhlasan kita dalam menyebarkan kebaikan akan dibalas oleh Allah, cuma kita jangan mengharapkan terima kasih dari manusia atas kebaikan yang kita buat kepada mereka. Kelapangan hati, ketenangan jiwa, kesegaran roh, akan hadir kepada kita insyaAllah.
Jadikan Ini sebagai Ladang peningkatan diri kita. Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita. Jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai kesempatan untuk menyucikan jiwa, dengan memaafkan dan membalasnya dengan kebaikan. Belajarlah melupakan setiap kesalahan orang terhadap kita. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Kerena semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, maka akan sering kita sakit hati.
Jangan Pernah Bosan Berbuat Baik Reviewed by ehcrazy moment on Tuesday, January 13, 2015 Rating: 5

Jangan Pernah Bosan Berbuat Baik

Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita. Jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai kesempatan untuk menyucikan jiwa, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan.
Belajarlah melupakan setiap kesalahan orang terhadap kita. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Kerana semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, maka akan sering kita sakit hati.
"Walaupun kebaikan dan kasih sayang tidak selalu dibalas dengan kebaikan dan kasih sayang, jangan pernah bosan berbuat kebaikan dan menabur kasih sesama insan. Kerena suatu saat nanti kita akan merasakan kebaikan dalam hidup kita."

Monday, January 12, 2015

Jangan Memandang Rendah Reviewed by ehcrazy moment on Monday, January 12, 2015 Rating: 5

Jangan Memandang Rendah

Kita tak layak meremehkan siapa pun. Ya, tidak sedikit saat ini orang-orang yang sering berpaling muka dari seseorang yang dianggap lebih rendah daripada dirinya karena status sosial-ekonominya, sosial-politiknya, sosial-pendidikannya, sosial-budayanya dan kondisi fisiknya, maupun kemampuannya dalam berbagai hal. 

Berbenah dirilah untuk menjadi orang yang bertakwa, dengan cara menghindarkan diri dari sikap ”memandang rendah” orang lain, bukan dengan hanya tidak bermuka masam, bahkan ”hargailah semua orang seperti kita hargai diri kita sendiri.” Karena Rasulullah s.a.w. pun pernah mengingatkan umatnya:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ.
Tidak sempurna iman seseorang sebelum dirinya berkesediaan untuk mencintai saudaranya seperti layaknya dia cintai dirinya sendiri” 
(Hadis Riwayat Bukhari-Muslim dari Anas bin Malik).


Dan ALLAH Maha Pengampun: Tak Memadamkan Asa di Sela Tumpukan Dosa Reviewed by ehcrazy moment on Monday, January 12, 2015 Rating: 5

Dan ALLAH Maha Pengampun: Tak Memadamkan Asa di Sela Tumpukan Dosa

'Ali pernah berkata:
  1. "Jadilah manusia paling baik di sisi Allah."
  2. "Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu."
  3. "Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain."
Syekh ‘Abdul Qadir Jailani berkata: “Bila engkau bertemu dengan seseorang, hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu dan katakan dalam hatimu: ‘Boleh jadi dia lebih baik di sisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya.’

Jika dia orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya daripada dirimu, maka katakanlah dalam hatimu: ‘Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah, sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa, maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku.’

Bila dia orang yang lebih tua, maka hendaknya engkau mengatakan dalam hati: ‘Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku.’

Jika dia orang yang ‘Alim, maka katakanlah dalam hatimu: ‘Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih, telah mendapatkan apa yang tidak bisa aku dapatkan, telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui, dan telah mengamalkan ilmunya.’

Bila dia orang yang bodoh, maka katakan dalam hatimu: ‘Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sedangkan aku durhaka kepada-Nya, padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah dengan husnul khatimah atau dengan su’ul khatimah).’

Bila dia orang yang kafir, maka katakan dalam hatimu: ‘Aku tidak tahu bisa jadi dia akan masuk Islam, lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amal shalih, dan bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir, lalu menyudahi seluruh amalanku dengan amal yang buruk.’”


Dalam pandangan Islam semua manusia itu sama, tidak dibeda-bedakan karena status sosial, harta, tahta, keturunan, atau latar belakang pendidikannya. Manusia yang paling mulia derajatnya di sisi Allah adalah yang paling tinggi kadar ketaqwaannya di antara mereka. Oleh karena itu, sebagian ulama berdo’a dengan do’a berikut:

"Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersabar dan bersyukur; jadikanlah aku seorang yang hina menurut pandangan diriku sendiri; dan jadikanlah aku orang yang besar menurut pandangan orang lain."